Masa Prenatal
Masa Prenatal dibagi menjadi tiga tahap :
- Masa Germinal (minggu I-II)
Masa ini diawali konsepsi (saat sperma memasuki ovum). Kemudian terbentuk zigot yang terssun dari 23 kromosom ayah dan 23 kromosom ibu. Lewat sati munggi, terjadi banyak pembelahan sel, hinga pada akhir minggu kedua, kumpulan sel tesebut telah menempel di rahim. Pada intinya, dalam tahap ini terjadi perpaduan antara gen ayah dan ibu.
- Masa embrionik (mingu III-IV)
Pada tahap ini pembelahan sel terjadi sanat cepat. Sistem penunjang sel-sel awal organ mulai terbentuk.
minggu III : pembentukan saraf-sara tulang belakang dan mata mulai muncul
minggu IV : pembentukan sel jantung, lengan dan kaki
minggu V-VIII : jantng mlai berdetak dan ada perbedaan jelas antara tanan dan kaki
Apabila terjadi ganuan pada tahap ini, dapat menyebabkan cacat bawaan.
Orgab-organ mulai matang, janian sdah dapat bergerak. Mata telah terbentuk sempurna, tumbuh rambut-rambut halus, jantung telah dapat berfungsi sehina bayi dapat bernapas dan refleks menggenggam. Pada tahap ini kondisi fisik dan psikologis ibu yang menandung sanat mempenaruhi psikis bayi.
Dalam tingkat kehidupannya, mnanusia tidak hanya bertumbuh, namun jug amengalami perkembangan. Ada perbedaan yang sangat jelas antara tumbuh dengan berkembang.
Dalam bertumbuh, yang lebih ditonjolkan adalah aspek fisik dari seseorang, sedangkan dalam perkembangan seseorang, aspek yang lebih ditonjolkan adalah aspek perubahan kepribadian ke arah yang dianggap lebih positif.
Seseorang dikatakan memiliki kepribadian yang baik, dapat dilihat dari perilaku individu tersebut kesehariannya. Namun demikian, tidak serta merta orang yang berperilaku berbeda dari yang lain atau yang biasa dibilang menyimpang, langsung dicap tidak baik oleh masyarakt atau orang sekitarnya. Hal ini karena pasti ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu tindakan seseorang. Bisa saja orang tersebut terpaksa melakukan tindakan yang dianggap menyimpang tersebut karena sebenarnya ingin meyelamatkan sesutau atau mungkin melindungi sesuatu yang sangat berharga baginay, ata mungkin alsan lainnya. Begitu banyak alasan untuk mengungkap apa yang mendasari tingakan seseorang dewasa ini.
Untuk meminimalisir kecurigaan maupun pemberian cap terhadap seseorang secara kurang bijaksana itulah, maka di sini akan diusraikan sedikt tentang faktor-faktor yang memepengaruhi perkembangan manusia yang pasti akan mempengaruhi tindakannya kelak.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia, antara lain :
- Variebel biologis, yan ditentukan secara genetik. Diperoleh seseorang sejak dalam kandungan, ketika inti ovum dan inti sperma orangtuanya menyatu.
- Variabel biologis non genetik, diterima seseorang dari perilaku lingkungannya. Contoh : seorang anak bisa saja terlahir kurang sempurna, bila saat pembelahan sel di rahim ibunya terjadi gangguan.
- Proses belajar masa lampau.
- Penaruh sosio-psikologis yan langsung.
- Penarh lingkungan sosial-budaya tempat individu berkembang.
Berdasarkan usia dan tingkat perkembangannya, maka dikenal yang namanya "TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN MANUSIA" . Tahap-tahap perkembangan ini dimulai dari masa prenatal, masa bayi, masa kanak-kanak awal, masa kanak-kanak akhir, masa remaja, masa dewasa awal, masa dewasa awal, masa dewasa madya, masa lanjut usia.
Perkembangan dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan yang progresif, teratur, koheren, dan berkesinambungan.
Perubahan progresif yang dimaksud adalah perubahan yang membawa individu (manusia) ke arah yang positif (semakin maju), meningkat dari keadaan semula, menjadi pribadi yang lebih baik. Sebagai contoh, seseorang yang tadinya tidak mengetahui bagaiman cara berbicara yang baik di muka umum atau bagaimana cara mengomentari pendapat orang lain dalam musyawarah bila tidak setuju dengan pendapat orang tersebut. Misalnya dengan mengangkat tangan dulu sebelum berpendapat, menunggu hingga orang tersebut selesai memberikan pendapatnya, mengungkapkan pendapatnya dengan kata-kata yang sopan dan tidak menyinggung unsur SARA, dan sebagainya.
Perubahan teratur yang dimaksud ialah perubahan yang terjadi sepanjang hidup, tidak pernah berhenti. Dalam arti setiap detik kehidupan manusia, akan selalu mengalami perubahan. Tidak ada di dunia ini satu hal pun yang tetap. Sebagai contoh, mulai dari hal yang sederhana. Mulai dari seseorang bayi, menuju masa anak-anak awal, akan terjadi perubahan yang teratur dengan sendirinya. Mulai dari bayi yang tadinya belum bisa berdiri hingga anak-anak yang sudah bisa berlari-lari.
Perubahan yang koheren, dalam arti ada kaitan antara aspek satu dengan aspek lainnya. Contoh : seorang anak yang biasa hidup dalam lingkunan mandiri, maka ia akan terbentuk menjadi anak yang mandiri pula. Koheren yang dimaksud juga dapat berarti, faktor satu dengan faktor yang lainnya saling berkaitan dan mempengaruhi. Misalnya : anak yang tubuhnya lentur dan ramping dan suka bergerak, biasanya akan baik atau lebih berbakat dalam bidang tari atau seni gerak lainnnya.
Perubahan tersebut terjadi berlangsung secara berkesinambungan, dalam arti ada kaitan antara tahap satu dengan tahapan selanjutnya. Contoh : seorang anak yang sudah bisa merangkak, akan masuk dalam tahap perkembangan selanjutnya, berdiri dan lalu berjalan dengan sendirinya.
Ada beberapa aspek yang menjadi indikator perkembangan manusia secara psikologis, antara lain, mencakup :
- fisik
- kognitif
- psikomotor
- afektif
- minat
- moral
- sosial
Untuk keterangan lebih lanjut dapat melihat di :