Kamis, 20 September 2012

Bimbingan dan Konseling



Bila mendengar kata guru BK, apakah yang pertama kali muncul dalam pikiranmu ? Apa sih tugas guru BK di sekolah ? Apa guru BK juga mengajar di kelas ? Fungsinya ada guru BK di sekolah itu untu apa ? Memangya penting ada guru BK di sekolah ? Mungkin sebagian dari pertanyaan di atas selalu terngiang di benak kita ketika mendengar kata “guru BK”.

Teman-teman yang terkasih, posisi guru BK di sekolah sebenarnya setara dengan guru mata pelajaran yang ada di sekolah. Hanya saja perannya berbeda. Apabila guru mata pelajaran bertugas untuk mendampingi peserta didk dalam memahami pelajaran, lain dengan guru BK. Dalam dunia pendidikan, guru BK bertugas untuk mendampingi siswa atau peserta didik dalam pengembangan diri.

Mengapa pengembangan diri juga perlu ? Di samping kemampuan secara akademis, agar perkembangan seseorang menjadi penuh, maka diperlukan juga yang namanya pengembangan diri. Bimbingan pengembangan diri dalam dunia pendidikan ini bertujuan untuk merangsang peserta didik agar kelak mampu mengungkapkan diri dan mengekspresikannya dengan lebih bebas sesuai kebutuhan bertanggung jawab. Kegiatan bimbingan ini dilakukan guru BK di sekolah dalam pelayanan konselingnya. Kegiatan tersebut didapatkan oleh seluruh siswa yang ada. Masing-masing akan mendapat pendekatan secara pribadi, yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, maupun perkembangan karier siswa hingga cita-citanya.

Terkait dengan uraian di atas, peran guru BK di sekolah bukanlah sebagai penasehat, apalagi problem solver dari masalah-masalah yang dihadapi siswa. Melainkan, guru Bk adalah sebagai pembimbing, yang bertugas membimbing siswa yang menjadi konselinya tersebut agar dapat memecahkan atau mencari dan memutuskan jalan keluar sendiri dari masalahnya tersebut; hal ini karena sebenarnya yang mngetahui diri kita dan masalah yang kita hadapi adalah diri kita sendiri, bukan orang lain.

berkaitan dengan itu semua,  mungkin sebagian dari kita sering mendengar istilah bimbingan dan konseling. Sering kali kedua istilah tersebut dianggap sama dan tak terpisahkan. Namun benarkah demikian ? Istilah bimbingan dan konseling, sejatinya masing-masing memiki makna yang berbeda. Berikut pemaparannya :

  • Bimbingan merupakan keseluruhan proses kegiatan dan layanan dalam lembaga pendidikan yang diberikan oleh konselor kepada peserta didik, secara pribadi, profesional, dan sistematis; dengan tujuan agar peserta didik tersebut dapat mengembangkan potensi diri secara optimal (baik dalam aspek fisik, emosi. intelektual, sosial, maupun moral-spiritual). Bimbingan ini diberikan secara umum, maksudnya semua siswa mendapatkannya. Yang mendapat bimbingan bukan hanya siswa yang "bermasalah".
  • Konseling merupakan salah satu layanan profesional dan teknik kunci dalam bimbingan. Dalam hal ini, konseling menjadi teknik kunci dari bimbingan karena, konseling bersifat currative (penyembuhan), individual dan pribadi,dalam tujuan mengubah perilaku dan sikap seseorang (klien) menjadi lebih baik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat konseling, para koneli akan didampingi/ dituntun/ dibantu konselor untuk dapat merumuskan/memutuskan masalah dan pemecahan masalahnya sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar